Kamis, 05 Maret 2015

Elephantopus scaber, SI TAPAK LIMAN PENGUNDANG KUPU-KUPU BERFUNGSI HERBAL




KLASIFIKASI
Kingdom
Super Divisio
Divisio
Kelas
Ordo 
Famili
Genus
:
:
:
:
:
:
:
Plantae
Spermatophyta
Magnoliophyta
Magnoliopsida
Asterales
Asteraceae
Elephantopus
Nama binomial/spesies
:
Elephantopus scaber  L
Sinonim: Asterocephalus cochinchinensis Soreng
                Scabiosa cochinchinensis Lour.
Nama Alias
Tapak Sulaiman, Tutup Bumi (Melayu), Balagadung, Jukut Cancang (Sunda), tapak tangan, talpak tana (Madura)
Nama Internasional
Elephant’s Foot
Prickly-leaved elephant’s foot


Habitus
Saat masih muda berbentuk roset, yang kemudian akan tumbuh batang tegak berbentuk silindris hingga mencapai tinggi ± 130 cm. Termasuk herba  menahun. Karena Tapak Liman memiliki kemiripan bentuk habitus dengan tanaman yang lain, seperti Tempuyung, Bunga Jombang, dan lain-lainnya,  maka perlu mengenal bagian-bagian dari tanaman ini dengan lebih teliti dan mendetail.

Asal dan Persebaran
Amerika tropis yang sekarang telah meluas di daerah Asia, Australia dan lain-lain.

Bunga
Bunga majemuk yang terkumpul dalam bongkol yang terlindung oleh 3 buah daun pelindung berbentuk seperti cawan segi tiga. Setiap bunga terdiri dari tabung bunga berwarna putih dan 4 buah mahkota bunga berbentuk lancet warna merah muda hingga ungu.

Daun
Pada tumbuhan muda berupa daun tunggal tersusun roset, hijau tua agak kebiruan, panjang ± 35 cm dan lebar ±  7 cm, tepi daun berlekuk.
Pada tumbuhan yang sudah mempunyai batang, daunnya berukuran lebih kecil dengan panjang ± 4 cm dan lebar ± 2 cm , tepi daun hampir rata dengan jarak antar daun yang lebih panjang.



Batang
Silindris, kaku, keras, dan liat, warna hijau tua, berambut halus berwarna putih.

Akar
Berbetuk tombak, perakarannya sangat kuat, sehingga tanaman ini sulit untuk dicabut .

Buah
Seperti tabung berwarna putih yang panjangnya ± 1 cm, pada bagian ujung tabung terdapat rambut lurus berwarna putih berjumlah 4 – 6 buah.

Kandungan Senyawa Aktif
Epifrielinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, dan isodeozy elephantopin, sedangkan di bagian bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside.  
Ekstrak daun berkhasiat sebagai antibiotik terhadap Staphylococcus, dan pada daunnya juga telah ditemukan suatu zat pahit dan glikosid berupa kristal putih.

Bagian yang digunakan
Seluruh tumbuhan (herba Elephantopi)

Manfaat
     a. antitoksin (penawar racun serangga atau bisa ular )
     b. anti bakteri
     c. anti kanker
     d. anti radang (bengkak, bisul, tenggorokan)
     e. anti jamur (mengobati keputihan).
Caranya : Ambil 2 buah tanaman tapak liman, manfaatkan semua bagian dari tanaman ini mulai dari akar hingga daunnya. Lalu rebus dengan 2 gelas air, biarkan mendidih sampai menjadi setengahnya. Kemudian tunggu sampai dingin dan minumlah secara rutin 2 kali sehari sampai keputihan benar-benar hilang.
     f.  antipiretik (penurun suhu tubuh, menurunkan demam)
     g. peluruh kencing (melancarkan pengeluaran urin)
     h. hepatitis / sakit kuning
     i. busung air
     j. radang ginjal akut dan kronik
     k. batuk rejan
     l. radang otak (epidemik encephalitis B)





Trima kasih untuk:
http://obatatasikeputihan.blogspot.com/



Stachytarheta jamaicenis, SI RUMPUT PECUT KUDA PENGUNDANG KUPU-KUPU BERFUNGSI HERBAL





Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Rumput Pecut Kuda atau nama binomialnya Stachytarheta jamaicenis (L) Vahl adalah salah satu tumbuhan liar berbunga ungu yang mempunyai manfaat pengobatan. Dan seperti mayoritas rumput-rumput liar yang tumbuh di padang-padang rumput atau tempat-tempat terbuka lainnya, Rumput Pecut Kuda juga sangat digemari kupu-kupu dan hewan-hewan pengisap nektar lainnya. Berikut informasi tentang Rumput Pecut Kuda.

MORFOLOGI
Habitus
Tumbuhan terna atau tak berkayu, tumbuh tegak, tinggi mencapai ± 200 cm, perenial atau tumbuhan tahunan.

Asal
Amerika tropis atau selatan Florida

Bunga
Bunga mekar secara bergantian, diawali dari bagian pangkal malai hingga ke ujung malai, berukuran kecil, tersusun dalam malai yang berbentuk pecut dengan panjang ± 4 – 20 cm. Malai biasanya tumbuh di pucuk ranting diantara dua cabang.
Ada 5 variasi warna, yakni putih, biru, merah, hitam, dan yang umum kita temukan, bunga warna ungu.






Daun
Bulat telur, posisi berhadapan, tepi daun bergerigi, permukaan daun kasar, tidak berambut, berwarna hijau tua.

Perkembangbiakan
Generatif:  biji
Vegetatif: batang

Habitat
Tumbuh liar di tanah-tanah yang kosong, di lereng pegunungan pada daerah cerah maupun yang teduh terlindung dari sinar matahari dengan ketinggian 1 – 1500 m dpl.


KLASIFIKASI
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Lamiales
Familia: Verbenaceae

Genus: Stachytarpheta
Spesies: Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl

Sinonim
Stachytarheta marginata Vahl = S.pilosiusula H.B.K = S.vilalosa Turcz.= S.urticifolia Dalz.et Gibs. = Verbena indica L. = V.jamaicensis L.

Nama Alias
Rumjarum, Jjarong, Biron, Sekar Laru, Jarongan, Ki Meurit Beureum, Jarong Lalaki, Remek Getih, Laler Mengeng, Karu Menar, Ngadi Rengga

Nama Internasional
Snakeweed, Blue Porter Weed, Jamaica Vervain atau nama-nama yang ada Snakeweed-nya, Yu long bian – Cina,   Pilipina: Kandikandilaan

KANDUNGAN KIMIAWI
Senyawa aktif berbentuk metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, saponin, triterpenoid, akirantin, dan lain-lain.
*      Terpenoid berupa minyak atsiri.
*      Steroid dalam jaringan tumbuhan disebut fitosterol yang bekerja menolak beberapa serangga – hama – namun juga menarik beberapa serangga lain – serangga baik – yang membantu proses penyerbukan.
*      Saponin adalah suatu glikosida yang bersifat bisa menghancurkan butir darah merah lewat hemolisis, bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, dan banyak di antaranya digunakan sebagai racun ikan. saponin dapat dibagi dua macam, yaitu tipe steroid dan tipe tritepenoid. Semua saponin mengakibatkan hemolisis. senyawa inilah yang dimungkinkan dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil.
*      Triterpenoid biasanya terdapat dalam daun,  berfungsi sebagai pelindung untuk menolak serangga dan serangan mikroba.
*      Alkaloid sering kali dikenal karena pengaruh fisiologinya.

MANFAAT
Ø  Tanaman toga
Ø  Seluruh herba, baik segar maupun kering berguna mengobati infeksi dan batu saluran kencing, rheumatik, sakit tenggorokan (Pharyngitis), pembersih radang, datang haid tidak teratur, keputihan, hepatitis A, bisul, radang kulit bernanah, dan luka. Kebanyakan yang digunakan adalah herba yang masih segar. Untuk komposisi dan aturan penggunaannya juga harus hati-hati karena ada kontraindikasinya bagi wanita hamil. Mengapa? Karena mengandung saponin, yaitu suatu glikosida yang bersifat bisa menghancurkan butir darah merah lewat hemolisis. Semua saponin, baik tipe steroid dan tipe tritepenoid mengakibatkan hemolisis yang dimungkinkan dapat menyebabkan keguguran.
*      Keputihan ( akarnya)
*      Radang saluran kencing(herba segar / kering)
*      Radang tenggorokan(herba segar / kering)
*      Haid tidak teratur(herba segar / kering)
*      Rematik (herba segar)
*      Bisul bernanah, luka(herba segar)
*      Batuk (herba segar / kering)
*      Radang hati / hepatitis A (bunga beserta tangkainya)
Ø  Cara:
Obat luar
Herba segar dilumatkan, tempelkan pada bagian yang sakit / luka.
Untuk diminum
Bagian tumbuhan – sesuai penggunaannya, boleh segar atau kering – direbus, diminum. Anda boleh memberi gula batu untuk meminimalisir rasanya.

KUPU-KUPU TAMU
*      Kupu-kupu Teluk (Agraulis vanillae), sangat umum ditemukan di padang atau area persawahan yang terbuka
*      Kupu-Kupu Renda Hypolimnas (Hypolimnas bolina)
*      Kupu-Kupu Jeruk (Papilio demolius)
*      Kupu-Kupu Mormon Biasa (Papilio memnon)
*      Kupu-kupu Tembaga/Yellow Grass (Eurema spp)
*      Kupu-kupu Skipper
*      dan kupu-kupu padang rumput lainnya

Tamu lainnya
*      Burung Kolibri
*      Lebah
*      Insekta penyuka nektar dan pembantu penyerbukan

Jangan heran apabila anda menemukan artikel tentang tumbuhan ini yang mana foto-foto bunganya sama, namun berbeda-beda namanya karena Rumput Pecut Kuda memang mempunyai banyak nama alias dan sinonimnya.

Barakallah wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Trima kasih kepada:
http://ramuherbal.wordpress.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Kopi_darat/Wiki-Merdeka_2014
https://biologinunik.wordpress.com/
https://nimadesriandani.wordpress.com/



Sabtu, 27 Desember 2014

BUNGA-BUNGA UNGU LIAR

HUNTING BUNGA LIAR YUK ….

     Saya memang baru-baru ini saja menyenangi tanaman hias. So, masih semangat-semangatnya.  Karena masih baru, pengetahuan saya tentang bunga pun masih minim. Walaupun dalam keseharian melihat bunga dimana-mana, namun perhatian yang lebih kepada bunga yang saat ayah dan ibu pindah rumah untuk menemani Mbah Putri yang sendirian. Semenjak pensiun, ayah mempunyai banyak waktu untuk berkebun. Bunga-bunga yang telah ada di rumah dan kebun kami dirawat dengan baik. Ayah memang tak pernah membeli bunga, namun beliau rela mencurahkan waktunya untuk bunga dan merawatnya di dalam pot. Maka, setelah ayah dan ibu pindah, tanaman yang ada pun menjadi tak terurus. Beberapa bulan setelah kepindahan, saya juga belum ada keinginan untuk merawat bunga-bunga tersebut. Suatu saat saya berpikir, kasihan juga bunga-bunga ini tak ada yang mengurus, walaupun sekedar menyiraminya. Lalu, saya pun mencoba menyiram bunga-bunga yang ada karena kasihan. Namun lama-lama tumbuhlah kecintaan dan kesenangan kepada bunga-bunga, apalagi juga ada niatan untuk menjadikan mereka sebagai salah pintu rizki yang telah digariskan oleh Yang Maha Pemberi Rizki. Jadilah saya pun berkutat dengan bunga-bunga. Karena pengetahuan akan bunga sangat minim, maka guru yang pertama kali saya dapatkan dimana lagi kalau tidak di Mbah Google.
    Tatkala googling, beberapa postingan mempersembahkan tulisan tentang tumbuhan liar atau gulma atau rumpai atau ilalang atau si rumput liar atau weed atau wild rose. Subhanallah …, ternyata si ilalang-ilalang tersebut mempunyai bunga-bunga yang cantik. Meski sering melihat keberadaan mereka, saya dulu tak berpikir bahwa bunga-bunga rumput liar tersebut ternyata sangat mempesona. Namun sayangnya, banyak penulis blog tak bisa mengidentifikasinya. Saya pun jadi penasaran dibuatnya. Ternyata memang relatif sulit untuk mendapatkan informasi tentang tumbuh-tumbuhan liar ini. Sebenarnya, Mbah Google sudah menanam informasi tentang mereka, yang (sayangnya) info-info tersebut ditulis oleh orang-orang bule yang (sayangnya lagi) memang lebih getol dibanding kita dalam mengidentifikasi tumbuhan apapun di bumi ini, meski sekedar rumput liar/weed. Namun, untuk membuka data tersebut memang harus menggunakan pupuk (key word) yang tepat agar informasi tersebut bisa tumbuh subur. Beberapa pupuk saya coba, namun gagal memperoleh informasi yang lengkap tentang si ilalang-ilalang cantik ini. Hingga suatu saat saya mampir di blognya Saudara Prime Edges. Nah, di sinilah ada kata yang menarik perhatian saya, yakni gulma. Saya pikir, tidak ada salahnya menggunakan kata ini sebagai keyword. Alhamdulillah, benar saja, dengan keyword gulma banyak informasi yang tumbuh, meski tentu saja tidak 100%, namun setidaknya saya bisa mengetahui nama mereka untuk digunakan sebagai pupuk data. Kemudian saya merealisasikan kepenasaran saya akan si liar yang cantik-cantik ini dengan cara hunting di berbagai tempat. Bisa di tepi jalan, tepi sungai, sawah, pematang, atau tanah-tanah kosong. Hasilnya? Kebanyakan yang saya temukan bunga-bunga liar ini berwarna ungu. Warna lain sebenarnya ada juga, namun mungkin saja pada waktu hunting itu, bunga-bunga warna ungulah yang sedang mekar. Jadi, dimana pun saya menemukan mereka, saya ambil dan bawa ke rumah agar dapat diketahui kehidupan dan karakteristik mereka. Berburu bunga-bunga liar ini ternyata sangat mengasyikkan. Selain gratis – saya menyebutnya LELES, kita juga akan akan mendapatkan pengalaman atau pengetahuan kala bersentuhan dengan mereka. Tentu saja, beberapa di antara bunga-bunga tersebut tidaklah mudah untuk dipindahkan (baca: diadaptasikan) karena minimnya pengetahuan saya tentangnya. Ada di antaranya yang menjadi kering kerontang, kemudian mati. Sebagian lagi hingga kini belum menampakkan bunganya, meski si tanaman dalam keadaan segar bugar. Namun, saya tak akan patah semangat terus berusaha mencari informasi tentang mereka, baik dengan menjelajah di dunia maya maupun bertanya pada orang-orang yang berhasil mengadaptasikan si bunga-bunga liar nan cantik ini.
ILALANG!   Kita mengenalnya sebagai tanaman pengganggu atau gulma yang dianggap menurunkan produktivitas tanaman budidaya. Mungkin karena kemanfaatannya yang belum banyak tereksplorasilah yang menjadi penyebabnya. Pengalaman dari salah seorang insinyur pertanian Malaysia yang telah bertugas di perkebunan selama 35 tahun tidak pernah dapat memberantas salah satu jenis gulma yang terdapat di negara jiran tersebut, yakni rumput Israel (Asystasia gigantica L). Bila diberantas tumbuh lagi dengan cepatnya. Si gulma yang sebenarnya cantik dan mempunyai banyak manfaat ini memang mempunyai perkembangbiakan secara generatif maupun vegetatif. Ya, memang itulah salah satu ciri dari tumbuhan liar, yakni cepat tumbuhnya dan tinggi tingkat adaptasinya. Mereka mampu bertahan hidup dalam kondisi dan cuaca yang tidak mendukung, seperti panas maupun dingin yang berkepanjangan. Memang, keberadaan tumbuhan liar ini masih dipandang sebelah mata, diremehkan, dan diabaikan. Padahal Allah menciptakan segala sesuatu itu pasti ada maksud dan hikmahnya, yang kebanyakan masih tersembunyi. Semuanya diperuntukkan bagi kemanfaatan manusia. Maka tugas kitalah untuk berusaha membongkar dan menemukan hikmah apa yang ada dalam penciptaan suatu makhluk, termasuk ilalang ini. Ilalang, seperti juga tumbuhan lainnya diciptakan Allah dengan segala cita rasaNya. Diciptakan dengan desain sedemikian rupa dan juga dengan segala cita rasa keindahan, karena Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Masing-masing mempunyai keindahan dan kecantikannya masing-masing, yang tentu saja sebenarnya tidak dapat kita banding-bandingkan satu sama lainnya. Namun kebanyakan nafsu kitalah yang berbicara, hingga kita berpendapat bahwa bunga yang paling cantik adalah bunga bakung, atau bunga anggrek, atau bunga-bunga lainnya yang sesuai dengan selera kita. Seringkali kita menganggap bahwa ilalang, dalam hal ini bunganya, tidaklah indah dan tidak membawa manfaat berupa fulus kepada kita. Padahal kalau mau sedikit saja mengamati dan memandang bunganya, subhanallah ternyata cantik sekali. Di tangan yang tepat, bunga-bunga ilalang tersebut dapat mewujud menjadi buket yang tak kalah cantiknya dibanding buket dari bunga-bunga mahal. Bahkan, bisa dibilang seluruh ilalang termasuk dalam kategori obat herbal, yang tentu saja membawa kebaikan bagi kesehatan kita. Bagi seorang pecinta bunga sejati yang berhasil menembus keindahan suatu bunga yang sebenarnya merupakan refleksi dari keindahan sang Maha Indah akan memandang bahwa semua bunga adalah indah dengan cita rasa masing-masing bunga yang unik. Saya sendiri pun belum bisa menggapai derajat yang seperti itu. Nafsu saya masih tergila-gila dan lebih menyukai bunga berwarna putih dan biru.
     Salah satu kesamaan dari bunga-bunga liar atau ilalang atau wild flower atau weed adalah mereka termasuk tanaman ‘yang bandel’, tahan segala kondisi dan cuaca, cepat dan tinggi tingkat adaptasinya, mudah tumbuh, dan cepat berkembang biak. Kategori terakhir inilah yang menyebabkan mereka disebut-sebut sebagai tumbuhan pengganggu atau gulma atau benalu, karena merampas jatah hara dari tanaman-tanaman budidaya yang lebih bersifat ekonomis yang memang sengaja ditanam. Namun dari sifat kebandelan si ilalang ini, membuat mereka cocok dijadikan tanaman hias bagi orang-orang yang super sibuk tetapi tetap menyukai suasana asri nan cantik untuk tempat tinggal atau taman mereka. Dan pada bunga-bunga ilalang inilah jawabannya. Mereka tidak memerlukan perawatan khusus. Meskipun hanya seminggu sekali disiram, jadilah. Bahkan kalau ditanam langsung di tanah dan bukan pot mereka bisa tahan berminggu-minggu tanpa disiram. Ilalang hanya memerlukan sedikit waktu saja dari banyak waktu yang kita punyai. Bunganya tidak kalah cantik dibanding bunga-bunga hias, meskipun mayoritas ukurannya memang lebih kecil. Namun yang patut menjadi perhatian kita apabila memilih tanaman ilalang adalah kita harus mampu mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan bunga-bunga liar yang memang super cepat. Namun pekerjaan memangkas perkembangan vegetatif maupun generatif dari si rumput liar ini toh juga tak membutuhkan waktu yang lama, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali atau sebulan sekalipun tidaklah mengapa. Saran saya kalau benar-benar tak mau repot, jangan pilih ilalang yang mempunyai biji banyak, ringan dan mudah tertiup angin, karena akan menyebar ke mana-mana bahkan ke tempat-tempat sulit yang berada di luar jangkauan kita. Kecuali, kalau memang berniat untuk membudidayakannya, itu lain soal. Bunga-bunga liar ini sangat cocok apabila dipelihara atau ditanam secara berkelompok, apakah dengan bentuk memanjang, bundar, kotak, atau bentuk-bentuk lainnya. Bunga-bunganya yang memang banyak meski kecil-kecil akan membuat sensasi bagi mata yang memandang. Dalam postingan ini saya hanya memuat sedikit informasi saja tentang mereka. Jika anda menginginkan informasi yang lebih lengkap, anda bisa mencarinya di Mbah Google. Anda bisa menggunakan keyword nama mereka, baik nama latinnya, Inggris maupun nama daerahnya.
    Nah … jenis bunga apa saja yang akan kita dapatkan saat hunting? Wah … banyak sekali. Saat musim hujan seperti ini kita akan dapatkan bunga-bunga cantik dari jenis-jenis yang memang bertunas dan berbunga di musim penghujan. Inilah beberapa jenis yang saya dapatkan saat hunting gratis / leles.
1.  UMBI-UMBIAN
    Tumbuhan berumbi di alam biasanya di musim panas akan kering dan kemudian mati, namun tidak begitu dengan umbinya. Umbi-umbi ini masih hidup dan menempuh masa dormant untuk kemudian tumbuh dan bertunas kembali di musim hujan atau menunggu saat dan kondisi yang tepat. Beberapa contoh bunga liar berumbi yang kita dapatkan saat hunting di antaranya …Bakung Putih.
    Ada banyak jenis bakung putih, puluhan bahkan. Bagi saya mereka serupa semua karena perbedaannya sangatlah sedikit. Bakung Putih dapat dibedakan dari perbedaan yang bersangkut paut dengan daun, bunga, ukuran, atau aromanya. Bunga Bakung dapat kita temukan di tempat-tempat yang lembab seperti di hutan-hutan, pinggir sungai atau selokan/sungai kecil. Jika beruntung anda juga dapat menemukan bakung warna oranye atau bahkan amarylis.



2.   JAHE-JAHEAN
      Di musim penghujan, berjenis-jenis bunga dari keluarga jahe-jahean tumbuh dan kemudian berbunga. Bunganya memang khas bunga tropis. Karena keindahannya ini, si keluarga jahe dijadikan sebagai bunga sentra di lanskap-lanskap yang bertema tropis. Ada banyak jenis yang dapat kita temukan di tempat-tempat yang teduh maupun yang terkena matahari, asalkan tanah tempat tumbuhnya dalam kondisi lembab.
 
   Dari jenis jahe-jahean, ganyong dapat dengan mudah kita temukan di alam. Berbeda dengan anggota jahe-jahean lain yang digunakan untuk bumbu, umbi ganyong hanya dapat dimakan. Untuk kemanfaatan lainnya, saya tak tahu. Bunganya cantik berwarna cerah seperti merah, kuning, oranye, atau kombinasinya. Bunga ganyong sekarang sudah dapat kita dapatkan jenis-jenis hibridnya.


3.   PAKU & PAKIS
   Hujan mendatangkan kelembaban yang tinggi, cocok untuk hampir semua jenis paku dan pakis untuk tumbuh dan berkembangbiak. Banyak jenis yang akan kita dapatkan, saking banyaknya kita akan kebingungan mau ditaruh dimana bunga-bunga ini. Namun jangan khawatir, paku dan pakis dari jenis yang mempunyai akar berperekat dapat anda tempelkan di tembok dengan media sabut kelapa atau akar pakis. Sedang yang tumbuh di tanah dapat anda tempatkan di pot. Bila area memang terlalu kecil, pilih saja suplir-supliran yang tidak besar, atau jenis yang besar namun rutin diadakan pemotongan tangkai daun.
 

4.   TALAS-TALASAN
    Sebenarnya talas-talasan ada di semua musim, baik musim panas maupun penghujan. Namun, di musim penghujan talas-talasan lebih banyak tumbuh. Kalau bunganya sih kayaknya berbunga di musim panas ya …
 
Sebenarnya banyak sekali jenis bunga yang anda dapatkan saat hunting, tergantung seberapa luas wilayah hunting anda. Beberapa lokasi hunting antara lain: sungai, hutan, sawah, kebun, ladang, selokan, tembok atau area-area yang lembab, dan yang paling mudah kita dapatkan adalah tempat sampah dari Dinas Kebersihan Kota, atau tempat-tempat wisata, atau taman-taman yang memang khusus menanam bunga. Karena hampir dipastikan secara berkala bunga-bunga di tempat-tempat ini akan dirapikan, maka sisa-sisa bunga dapat anda peroleh dengan gratis.
Selamat hunting, barakallah.